Close Menu
    What's Hot

    Wakil Ketua IMARSU Reyhan Marbun Hadiri Silatnas Nasional 2026 di Jakarta, Terima Beasiswa S2 dari Jusuf Kalla

    02/07/2026

    DMI Serahkan Beasiswa S2 Manajemen Masjid kepada Kader Terbaik PRIMA DMI

    02/05/2026

    DEMA FAH Sukses Menyelenggaraan PKFA ke-11: Zikir untuk Ketabahan, Ikhtiar untuk Keselamatan

    11/29/2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Senin, Februari 9
    Facebook X (Twitter) Instagram
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Demo
    • Home
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Redaksi
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Home » Bagaimana Anak Tahu Menjaga Hutan Bila RPAL/RPUL Saja Tak Lagi Diajarkan?
    Opini

    Bagaimana Anak Tahu Menjaga Hutan Bila RPAL/RPUL Saja Tak Lagi Diajarkan?

    admin@kopelmanews.comBy admin@kopelmanews.com12/06/2025Updated:12/06/2025Tidak ada komentar37 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Foto : Az-zahraturrima, Mahasiswi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Aceh, Kopelmanews.com – Dulu, bagi banyak anak sekolah di Indonesia Rangkuman Pengetahuan Alam Lengkap (RPAL) dan Rangkuman Pengetahuan Umum Lengkap (RPUL) adalah buku sakral. Buku ini menyimpan pengetahuan dasar yang luas: tentang alam, tubuh manusia, negara, geografi, serta pengetahuan umum yang mewarnai wawasan anak-anak sejak kecil. Banda Aceh (6/12/2025)

    Kini, buku-buku semacam itu tampaknya semakin terpinggirkan dan konsekuensinya bisa sangat luas, dari melemahnya literasi hingga makin kaburnya kepedulian terhadap lingkungan dan bencana yang mengancam.

    Krisis literasi sebagai landasan kerentanan

    Laporan dari RISE Programme menunjukkan bahwa Indonesia tengah menghadapi krisis literasi serius. Hasil dari Programme for International Student Assessment (PISA) 2018 memperlihatkan bahwa sekitar 70% siswa Indonesia memiliki kemampuan membaca di bawah Level 2, artinya mereka kesulitan sekadar menemukan gagasan utama atau informasi penting dari teks pendek.

    Situasi ini diperparah oleh kekurangan perpustakaan dan bahan bacaan bermutu: meskipun kebutuhan sangat besar, hanya sebagian kecil yang terpenuhi baik perpustakaan umum maupun sekolah.

    Dengan akses ke buku pengetahuan dan literasi dasar minim, bagaimana generasi muda kita dapat membangun wawasan luas termasuk kesadaran lingkungan dan pentingnya menjaga alam?

    Perpustakaan sekolah sebagai aset yang belum optimal

    Secara kebijakan, perpustakaan sekolah seharusnya menjadi “rumah literasi” pusat sumber pengetahuan dan budaya baca. Namun kenyataannya banyak perpustakaan sekolah berfungsi sekadar sebagai pelengkap administratif, bukan bagian aktif dari proses belajar.

    Banyak sekolah kekurangan pustakawan profesional; sebagian besar dikelola oleh guru tanpa pelatihan khusus, sehingga manajemen dan pemanfaatan perpustakaan berjalan seadanya.

    Akibatnya: bahkan jika sekolah memiliki perpustakaan, belum tentu koleksinya memadai apalagi buku referensi umum seperti RPAL/RPUL.

    Ketiadaan data spesifik, tapi indikasi menurun kuat

    Sampai sekarang, tidak ada data nasional yang secara resmi mencatat berapa banyak sekolah atau perpustakaan yang masih memiliki RPAL/RPUL, atau berapa siswa yang menggunakan buku tersebut. Tidak ada statistik yang memetakan “keberadaan buku pengetahuan umum” secara spesifik.

    Namun ada indikator kuat: literasi yang rendah, kekurangan bahan bacaan bermutu, dan kurang optimalnya perpustakaan sekolah, semuanya menunjukkan bahwa kemungkinan besar akses ke buku referensi seperti RPAL/RPUL semakin berkurang dari waktu ke waktu.

    Implikasi terhadap literasi lingkungan dan bencana

    Pengetahuan dasar tentang alam seperti cara kerja ekosistem, peran hutan dalam siklus air, fungsi akar pohon untuk menahan tanah sangat penting sebagai modal awal untuk membangun kesadaran lingkungan.

    Kalau generasi sekarang tumbuh tanpa fondasi pengetahuan semacam itu, maka wajar jika pemahaman tentang pentingnya menjaga hutan, menghindari deforestasi, dan langkah mitigasi bencana menjadi tipis.

    Di wilayah seperti Sumatra yang belakangan sering dilanda banjir dan longsor lemahnya literasi lingkungan bisa membuat masyarakat rentan terhadap bencana, karena mereka tak memiliki pemahaman mendasar tentang bagaimana ekosistem dan vegetasi mempengaruhi stabilitas tanah dan drainase alami.

    Jalan ke depan: rekonstruksi literasi dan pendidikan lingkungan melalui perpustakaan

    butuh upaya serius untuk memulihkan literasi tidak hanya membaca, tetapi literasi pengetahuan umum dan lingkungan.

    perpustakaan sekolah harus difungsikan bukan sebagai pelengkap administrasi, tapi sebagai pusat literasi aktif: koleksi diperkaya, pustakawan profesional disediakan, kegiatan baca digalakkan.

    pemerintah & pemangku kepentingan bisa mendukung distribusi bahan bacaan bermutu termasuk buku referensi umum, ensiklopedia, literatur lingkungan.

    generasi muda perlu ditemani untuk membangun empati terhadap alam lewat pendidikan lingkungan sejak sekolah dasar, dengan sumber yang mudah diakses dan informatif.

    Penutup: Pentingnya Menghidupkan Kembali RPAL/RPUL

    RPAL dan RPUL hanyalah simbol simbol dari buku pengetahuan umum yang ringkas tapi kaya, yang mampu memberi dasar pengetahuan luas kepada siswa. Kehilangan akses terhadap buku semacam itu bukan sekadar kehilangan satu judul buku tapi potensi untuk membangun generasi yang berwawasan, cerdas lingkungan, dan tanggap bencana ikut hilang.

    Krisis literasi yang terjadi hari ini dengan minimnya bacaan bermutu, lemahnya pengelolaan perpustakaan, dan dominasi konten digital membuat kebutuhan akan buku referensi umum justru menjadi semakin penting.

    Jika kita ingin generasi mendatang lebih peduli terhadap alam dan lebih tangguh menghadapi tantangan lingkungan seperti banjir dan longsor maka sudah saatnya kita mempertimbangkan ulang: apakah RPAL/RPUL (atau buku serupa) pantas dilupakan, atau tetap dipertahankan dan bahkan diperbarui sebagai bagian dari fondasi literasi nasional.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    admin@kopelmanews.com
    • Website

    Related Posts

    IMPS Dorong Pelajar Siantar, Simalungun Lanjut Pendidikan Tinggi

    01/22/2026

    Mahasiswa KKN UNIMAL Kelompok 17 Bersihkan Lapangan Voli Desa Teupin Banja

    01/22/2026

    Mahasiswa KKN-PPM Kelompok 22 Universitas Malikussaleh melaksanakan kegiatan pengabdian di bidang pendidikan bagi anak-anak

    01/20/2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,179

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,727

    Belajar Tanpa Suara: Saatnya Bahasa Isyarat Masuk ke Kurikulum Nasional

    12/25/20252,043

    Kenapa Gen Z Gampang Overthinking?

    06/12/20251,209
    Don't Miss
    Nasional

    Wakil Ketua IMARSU Reyhan Marbun Hadiri Silatnas Nasional 2026 di Jakarta, Terima Beasiswa S2 dari Jusuf Kalla

    By admin@kopelmanews.com02/07/20269

    Aceh, Kopelmanews.com – Wakil Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Ar-Raniry Sumatera Utara (IMARSU), Reyhan Marbun, menghadiri…

    DMI Serahkan Beasiswa S2 Manajemen Masjid kepada Kader Terbaik PRIMA DMI

    02/05/2026

    IMPS Dorong Pelajar Siantar, Simalungun Lanjut Pendidikan Tinggi

    01/22/2026

    Mahasiswa KKN UNIMAL Kelompok 17 Bersihkan Lapangan Voli Desa Teupin Banja

    01/22/2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    • LinkedIn
    • TikTok
    • Threads

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    About Us
    About Us

    KOPELMANEWS
    Jl. Teuku Nek, Lamtheun, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: admin@kopelmanews.com
    Contact: +62 851 1720 2024

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Wakil Ketua IMARSU Reyhan Marbun Hadiri Silatnas Nasional 2026 di Jakarta, Terima Beasiswa S2 dari Jusuf Kalla

    02/07/2026

    DMI Serahkan Beasiswa S2 Manajemen Masjid kepada Kader Terbaik PRIMA DMI

    02/05/2026

    IMPS Dorong Pelajar Siantar, Simalungun Lanjut Pendidikan Tinggi

    01/22/2026
    Most Popular

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,179

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,727

    Belajar Tanpa Suara: Saatnya Bahasa Isyarat Masuk ke Kurikulum Nasional

    12/25/20252,043
    Stats
    © 2026 KN Team
    • Home
    • Buy Now

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.