Aceh, Kopelmanews.com – Dalam kehidupan sehari-hari, masih banyak masyarakat yang memandang bahwa semua anak dapat tumbuh dan berkembang dengan cara yang sama. Pandangan ini sering kali membuat perbedaan yang dimiliki sebagian anak menjadi tidak terlihat. Padahal, kenyataannya tidak semua anak memiliki kemampuan, kecepatan belajar, serta cara beradaptasi yang sama. Banda Aceh (26/12/2025)
Ada anak-anak yang membutuhkan perhatian dan pendekatan khusus dalam proses tumbuh kembangnya. Anak-anak tersebut dikenal sebagai Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Anak berkebutuhan khusus merupakan anak yang memiliki perbedaan dalam satu atau beberapa aspek perkembangan, baik secara fisik, intelektual, sensorik, sosial, maupun emosional.
Perbedaan ini menyebabkan anak berkebutuhan khusus membutuhkan layanan dan pendekatan yang berbeda dibandingkan anak pada umumnya. Jika semua anak diperlakukan dengan cara yang sama, maka anak berkebutuhan khusus justru akan mengalami kesulitan dalam mengikuti proses belajar dan berinteraksi dengan lingkungannya.
Dalam lingkungan pendidikan, anak berkebutuhan khusus sering menghadapi berbagai tantangan. Tantangan tersebut tidak hanya berasal dari keterbatasan yang dimiliki anak, tetapi juga dari lingkungan yang kurang memahami kondisi mereka. Anak berkebutuhan khusus dapat mengalami kesulitan dalam mengikuti pembelajaran, berinteraksi dengan teman sebaya, maupun menyesuaikan diri dengan aturan sekolah. Apabila sekolah tidak memiliki pemahaman dan kesiapan yang baik, anak berkebutuhan khusus berisiko merasa terasing dan kurang percaya diri.
Sekolah seharusnya menjadi lingkungan yang aman dan mendukung bagi semua anak tanpa terkecuali. Lingkungan sekolah yang ramah dan inklusif dapat membantu anak berkebutuhan khusus merasa diterima dan dihargai. Dukungan dari guru dan teman sebaya akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan akademik maupun sosial anak. Lingkungan keluarga, khususnya orang tua, memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan anak. Orang tua merupakan pihak yang paling dekat dengan anak dan memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan emosional dan sosial anak.
Cara orang tua menerima, memahami, dan mendampingi anak akan sangat memengaruhi bagaimana
anak memandang dirinya sendiri. Ketika orang tua mampu menerima kondisi anak dan tidak membandingkannya dengan anak lain, anak akan merasa lebih aman dan dihargai. Sebaliknya, sikap orang tua yang kurang memahami kondisi anak dapat menimbulkan tekanan psikologis bagi anak.
Orang tua yang terlibat aktif akan lebih memahami kebutuhan anak dan mampu memberikan dukungan
yang sesuai. Dalam praktiknya, masih terdapat orang tua yang menyerahkan sepenuhnya pendidikan
anak berkebutuhan khusus kepada pihak sekolah. Padahal, pendidikan anak berkebutuhan khusus membutuhkan kerja sama yang erat antara sekolah dan keluarga.
Anak berkebutuhan khusus membutuhkan dukungan dari orang tua, sekolah, dan lingkungan sekitarnya agar dapat berkembang dengan baik. Orang tua berperan penting dalam mendampingi anak setiap hari, memberi perhatian, dukungan emosional, serta menumbuhkan rasa percaya diri. Di sisi lain, sekolah membantu anak mengembangkan kemampuan belajar dan keterampilan sosial.
Kerja sama yang baik antara orang tua dan sekolah sangat dibutuhkan agar anak mendapatkan pendampingan yang sejalan. Selain itu, sikap menerima dan menghargai perbedaan dari lingkungan sekitar sangat penting agar anak merasa diterima dan tidak merasa rendah diri. Dengan lingkungan yang ramah, peduli, dan inklusif, anak berkebutuhan khusus memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, tumbuh, dan berperan aktif dalam kehidupan sosial.

