KOPELMANEWS.com – Generasi Baru Indonesia (GenBI) Komisariat UIN Ar-Raniry Banda Aceh menggelar GenBI In-Intellect (Insight & Leveling Up Competence) 2026 sebagai bagian dari rangkaian Road to Raker GenBI 2026 secara daring melalui Zoom Meeting, Jumat (2/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi pembekalan bagi anggota GenBI menjelang Rapat Kerja (Raker), dengan menghadirkan dua narasumber dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh. Materi yang disampaikan mencakup kebanksentralan, peran GenBI, sistem pembayaran, serta perlindungan konsumen.
Pada sesi pertama, Hafizh Arino dari Kehumasan KPw Bank Indonesia Provinsi Aceh menyampaikan materi mengenai kebanksentralan dan peran strategis GenBI.
Sesi berikutnya diisi Muhammad Khairurijal dari Tim Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran KPw Bank Indonesia Provinsi Aceh yang membahas sistem pembayaran dan perlindungan konsumen, termasuk risiko transaksi digital serta berbagai modus penipuan yang perlu dikenali masyarakat.
Ketua GenBI Komisariat UIN Ar-Raniry, Muhammad Riski Pratama, mengatakan pembekalan tersebut diberikan agar anggota memiliki pemahaman yang cukup sebelum menyusun program kerja organisasi.
“Kita ingin melahirkan program nyata yang berdampak, bukan sekadar kegiatan seremonial,” ujar Riski.
Menurut Rizki, pemahaman tersebut juga berkaitan dengan posisi GenBI sebagai perpanjangan atau frontliner Bank Indonesia. Karena itu, anggota perlu memahami fungsi dan tugas BI sebagai bagian dari bekal menjalankan peran mereka di GenBI.
“Karena kita GenBI ini merupakan perpanjangan atau frontliner BI yang mana semua anak GenBI ini harus tahu fungsi dan tugas BI,” katanya.
Rizki berharap pemahaman yang diperoleh melalui pembekalan dapat diterapkan dalam penyusunan program kerja GenBI UIN Ar-Raniry ke depan.
“Harapannya, program kerja yang akan dilaksanakan oleh GenBI Komisariat UIN Ar-Raniry Banda Aceh ke depannya punya keselarasan dengan fungsi dan tugas BI,” ujarnya.
Pembekalan tersebut menjadi bagian dari persiapan GenBI UIN Ar-Raniry menuju Raker 2026 sekaligus menjadi bekal bagi anggota dalam menyusun program kerja yang selaras dengan fungsi dan tugas Bank Indonesia.

