Aceh, kopelmanews.com – Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Ar-Raniry Sumatra Utara (IMARSU), Muhammad Alfajri Marpaung, secara resmi mengeluarkan himbauan tegas kepada seluruh mahasiswa/i asal Sumatera Utara di Banda Aceh. Ia meminta agar mereka tetap stay dan tenang di kota ini, meskipun dalam keadaan yang disebutnya “tidak normal” akibat ketidakstabilan BBM dan listrik yang mencekam. Banda Aceh. (2/12/2025)
Fajri Marpaung menegaskan bahwa meskipun Banda Aceh dilanda kesulitan, pulang ke kampung halaman di Sumatera Utara saat ini bukanlah solusi, melainkan justru mengundang bahaya yang jauh lebih besar.
“Kami mengerti keresahan kawan-kawan. Kondisi di sini memang serba sulit. Namun, pulang saat ini berisiko jauh lebih besar daripada bertahan. Kami minta, tunda kepulangan demi keselamatan bersama,” ujar Muhammad Alfajri Marpaung.
Jalan Putus dan Ancaman Kenakalan Seksual Mengintai
Himbauan darurat ini didasarkan pada laporan kondisi jalur darat Aceh-Sumut pasca-bencana yang sangat berbahaya:
- Jalan Terputus: Banyak titik jalan nasional dan jembatan terputus akibat longsor dan banjir, membuat perjalanan macet total dan sangat sulit ditembus.
- Risiko Kejahatan Seksual: Alfajri Marpaung menyoroti bahaya serius bagi mahasiswi perempuan. “Di tengah situasi darurat ini, risiko kejadian kenakalan seksual dan pemerkosaan menjadi kesempatan bagi oknum-oknum tak bertanggung jawab, termasuk supir truk yang ditumpangi di jalur-jalur yang terputus,” tegasnya.
Pesan Khusus dan Dukungan Koneksi Keluarga
Marpaung juga menyampaikan pesan khusus bagi kawan-kawan yang terisolasi dan mengalami kesulitan melaporkan kondisi mereka kepada pengurus IMARSU maupun menghubungi orang tua.
“Bagi kawan-kawan yang mengalami terputus koneksi untuk melaporkan kepada kami atau menghubungi orang tua, kami mohon untuk tetap tenang. Kami dari IMARSU akan berupaya mencari koneksi dan informasi secepatnya dan semampu kami untuk memastikan keadaan kalian termonitor dan diketahui oleh keluarga. Jangan panik. Kita semua saling menjaga,” imbuhnya.
Muhammad Alfajri Marpaung menutup himbauannya dengan harapan agar mahasiswa/i tetap tenang, saling menjaga, dan menggunakan saluran komunikasi resmi ini untuk setiap situasi darurat.

