Close Menu
    What's Hot

    Wakil Ketua IMARSU Reyhan Marbun Hadiri Silatnas Nasional 2026 di Jakarta, Terima Beasiswa S2 dari Jusuf Kalla

    02/07/2026

    DMI Serahkan Beasiswa S2 Manajemen Masjid kepada Kader Terbaik PRIMA DMI

    02/05/2026

    DEMA FAH Sukses Menyelenggaraan PKFA ke-11: Zikir untuk Ketabahan, Ikhtiar untuk Keselamatan

    11/29/2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Minggu, Februari 8
    Facebook X (Twitter) Instagram
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Demo
    • Home
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Redaksi
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Home ยป Perkembangan Emosi Anak Berkebutuhan Khusus
    Opini

    Perkembangan Emosi Anak Berkebutuhan Khusus

    admin@kopelmanews.comBy admin@kopelmanews.com12/26/2025Updated:12/26/2025Tidak ada komentar22 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Foto : Rahma Zulkafirna, Mahasiswi Prodi Psikologi, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Aceh, Kopelmanews.com – Perkembangan anak mencakup berbagai aspek penting, antara lain perkembangan fisik, kognitif, sosial, dan emosional. Di antara aspek tersebut, perkembangan emosi memiliki peran yang sangat fundamental karena menjadi dasar bagi kemampuan anak dalam berinteraksi dengan lingkungan, mengelola perasaan, serta membentuk kepribadian yang sehat. Banda Aceh (26/12/2025)

    Bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), perkembangan emosi sering kali menjadi tantangan tersendiri karena adanya keterbatasan tertentu yang memengaruhi cara anak memahami, mengekspresikan, dan mengendalikan emosi. Oleh sebab itu, perhatian terhadap perkembangan emosi ABK menjadi hal yang sangat penting dalam upaya mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

    Anak Berkebutuhan Khusus adalah anak yang memiliki karakteristik khusus yang berbeda dari anak pada umumnya, baik dari segi fisik, intelektual, emosional, maupun sosial, sehingga memerlukan layanan pendidikan dan pendampingan khusus. Perbedaan tersebut sering kali berdampak langsung pada perkembangan emosinya. Tanpa pemahaman yang tepat, kondisi emosi ABK dapat disalahartikan sebagai perilaku negatif, padahal sebenarnya merupakan bentuk keterbatasan dalam mengekspresikan perasaan.

    Pengertian Perkembangan Emosi

    Erik Erikson menyatakan bahwa perkembangan emosi individu berlangsung melalui delapan tahap psikososial yang terjadi sepanjang rentang kehidupan. Pada masa kanak-kanak, individu dihadapkan pada konflik seperti trust vs mistrust, autonomy vs shame and doubt, serta initiative vs guilt. Keberhasilan anak dalam menyelesaikan setiap tahap akan membentuk emosi yang sehat dan kepribadian yang positif. Pada Anak Berkebutuhan Khusus, proses penyelesaian tahap-tahap tersebut sering mengalami hambatan akibat keterbatasan kemampuan, pengalaman sosial yang terbatas, atau perlakuan lingkungan yang kurang mendukung.

    Menurut Jean Piaget, perkembangan emosi berkaitan erat dengan perkembangan kognitif anak. Kemampuan anak dalam memahami emosi, baik emosi diri sendiri maupun orang lain, sangat dipengaruhi oleh tingkat perkembangan berpikirnya. Anak yang berada pada tahap praoperasional, misalnya, masih bersifat egosentris sehingga kesulitan memahami sudut pandang emosional orang lain.

    Pada ABK, keterlambatan atau gangguan perkembangan kognitif dapat berdampak langsung pada perkembangan emosi. Anak mungkin mengalami kesulitan mengenali perasaan, mengendalikan emosi, atau menyesuaikan respons emosional dengan situasi sosial. Oleh sebab itu, stimulasi kognitif yang tepat sangat penting untuk mendukung perkembangan emosi ABK.

    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Emosi ABK

    Perkembangan emosi ABK dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Faktor biologis, seperti kondisi neurologis dan genetik, menjadi dasar yang memengaruhi respons emosional anak. Selain itu, faktor lingkungan, khususnya keluarga, memiliki peran yang sangat besar.

    Pola asuh yang penuh kasih sayang, penerimaan, dan konsistensi akan membantu ABK merasa aman secara emosional. Faktor pendidikan juga turut menentukan perkembangan emosi ABK. Lingkungan sekolah yang inklusif dan ramah anak memungkinkan ABK belajar berinteraksi, bekerja sama, serta mengenali emosi diri dan orang lain. Sebaliknya, lingkungan yang kurang mendukung, seperti adanya stigma, diskriminasi, atau penolakan sosial, dapat memperburuk kondisi emosional anak dan menghambat perkembangan dirinya.

    Peran Orang Tua dan Guru dalam Mengembangkan Emosi ABK

    Orang tua dan guru memiliki peran strategis dalam mendukung perkembangan emosi ABK. Orang tua berperan sebagai pendamping utama yang memberikan rasa aman, kasih sayang, dan dukungan emosional dalam kehidupan sehari-hari. Melalui komunikasi yang hangat dan penerimaan tanpa syarat, orang tua dapat membantu anak mengenali dan mengekspresikan perasaannya dengan lebih baik.

    Guru, khususnya di sekolah inklusif atau pendidikan khusus, berperan dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan responsif terhadap kebutuhan emosional anak. Guru dapat menggunakan pendekatan individual, penguatan positif, serta pembelajaran sosial-emosional untuk membantu ABK mengembangkan keterampilan emosi dan sosial. Kerja sama antara orang tua dan guru menjadi kunci penting dalam memastikan perkembangan emosi ABK berjalan secara konsisten.

    Upaya Pengembangan Emosi Anak Berkebutuhan Khusus

    Pengembangan emosi ABK dapat dilakukan melalui berbagai strategi, seperti pemberian terapi perilaku, konseling, dan pelatihan keterampilan sosial. Kegiatan bermain, bercerita, dan role play juga dapat dimanfaatkan sebagai media untuk melatih pengenalan dan pengelolaan emosi. Selain itu, pemberian apresiasi terhadap usaha anak, bukan hanya hasil, dapat meningkatkan rasa percaya diri dan kestabilan emosi ABK. Pendekatan yang berpusat pada anak serta menghargai keunikan setiap individu sangat diperlukan dalam proses ini. Dengan dukungan yang tepat dan berkelanjutan, ABK dapat mengembangkan kemampuan emosional yang lebih adaptif dan positif.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    admin@kopelmanews.com
    • Website

    Related Posts

    Mahasiswa KKN UNIMAL Kelompok 17 Bersihkan Lapangan Voli Desa Teupin Banja

    01/22/2026

    Melihat Anak Berkebutuhan Khusus dari Perspektif Kemanusiaan

    01/16/2026

    Ketika Langit Tak Memilih Siapa yang Berhak Terbang

    01/14/2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,179

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,727

    Belajar Tanpa Suara: Saatnya Bahasa Isyarat Masuk ke Kurikulum Nasional

    12/25/20252,043

    Kenapa Gen Z Gampang Overthinking?

    06/12/20251,209
    Don't Miss
    Nasional

    Wakil Ketua IMARSU Reyhan Marbun Hadiri Silatnas Nasional 2026 di Jakarta, Terima Beasiswa S2 dari Jusuf Kalla

    By admin@kopelmanews.com02/07/20269

    Aceh, Kopelmanews.com – Wakil Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Ar-Raniry Sumatera Utara (IMARSU), Reyhan Marbun, menghadiri…

    DMI Serahkan Beasiswa S2 Manajemen Masjid kepada Kader Terbaik PRIMA DMI

    02/05/2026

    IMPS Dorong Pelajar Siantar, Simalungun Lanjut Pendidikan Tinggi

    01/22/2026

    Mahasiswa KKN UNIMAL Kelompok 17 Bersihkan Lapangan Voli Desa Teupin Banja

    01/22/2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    • LinkedIn
    • TikTok
    • Threads

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    About Us
    About Us

    KOPELMANEWS
    Jl. Teuku Nek, Lamtheun, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: admin@kopelmanews.com
    Contact: +62 851 1720 2024

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Wakil Ketua IMARSU Reyhan Marbun Hadiri Silatnas Nasional 2026 di Jakarta, Terima Beasiswa S2 dari Jusuf Kalla

    02/07/2026

    DMI Serahkan Beasiswa S2 Manajemen Masjid kepada Kader Terbaik PRIMA DMI

    02/05/2026

    IMPS Dorong Pelajar Siantar, Simalungun Lanjut Pendidikan Tinggi

    01/22/2026
    Most Popular

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,179

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,727

    Belajar Tanpa Suara: Saatnya Bahasa Isyarat Masuk ke Kurikulum Nasional

    12/25/20252,043
    Stats
    © 2026 KN Team
    • Home
    • Buy Now

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.