Close Menu
    What's Hot

    Wakil Ketua IMARSU Reyhan Marbun Hadiri Silatnas Nasional 2026 di Jakarta, Terima Beasiswa S2 dari Jusuf Kalla

    02/07/2026

    DMI Serahkan Beasiswa S2 Manajemen Masjid kepada Kader Terbaik PRIMA DMI

    02/05/2026

    DEMA FAH Sukses Menyelenggaraan PKFA ke-11: Zikir untuk Ketabahan, Ikhtiar untuk Keselamatan

    11/29/2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Minggu, Februari 8
    Facebook X (Twitter) Instagram
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Demo
    • Home
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Redaksi
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Home » Menyertai Tumbuh yang Berbeda: Pengalaman Observasi di SLB TNCC
    Opini

    Menyertai Tumbuh yang Berbeda: Pengalaman Observasi di SLB TNCC

    admin@kopelmanews.comBy admin@kopelmanews.com12/27/2025Tidak ada komentar8 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Foto : Zara Nazifa, Mahasiswi Psikologi, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Aceh, Kopelmanews.com – Anak berkebutuhan khusus sering dipahami sebagai kelompok yang “berbeda”. Namun, pengalaman langsung saya saat melakukan observasi di SLB TNCC justru menunjukkan bahwa mereka sama seperti kita. Mereka belajar, merasakan, dan bermimpi, hanya saja dengan cara yang berbeda dan membutuhkan pendekatan yang lebih spesial. SLB TNCC memiliki 11 kelas dengan rata-rata tujuh siswa dalam setiap kelas. Jumlah ini memungkinkan guru memberikan perhatian individual sesuai kebutuhan masing-masing anak. Banda Aceh (27/12/2025)

    Berdasarkan hasil observasi, pembelajaran di kelas anak berkebutuhan khusus berlangsung dalam dinamika yang tidak selalu seragam. Setiap anak menunjukkan cara belajar dan tingkat kesiapan yang berbeda. Dalam situasi ini, fleksibilitas guru dalam menyesuaikan instruksi dan ritme belajar menjadi faktor utama yang memungkinkan kegiatan pembelajaran tetap berjalan.

    Observasi dilakukan secara langsung di kelas IV SLB TNCC yang pada saat itu sedang melaksanakan ujian mata pelajaran Seni Musik. Kegiatan ujian yang diamati menunjukkan bahwa keberhasilan pembelajaran tidak selalu ditentukan oleh kecepatan menyelesaikan tugas. Karena keberagaman kondisi siswa mulai dari sensory processing disorder, kesulitan regulasi diri, tunagrahita, autisme, hingga down syndrome menunjukkan bahwa proses pendidikan tidak dapat disamaratakan.

    Ada siswa yang membutuhkan waktu lebih lama, arahan berulang, atau pendampingan langsung, namun tetap mampu terlibat dalam proses belajar. Hal ini menunjukkan bahwa proses belajar anak berkebutuhan khusus perlu dipahami sebagai perjalanan yang bertahap, bukan sebagai target hasil yang harus dicapai secara seragam.

    Di kelas, guru tidak hanya berperan sebagai penyampai instruksi akademik, tetapi juga sebagai pengelola suasana dan pendamping emosional. Guru terlihat aktif menjaga stabilitas kelas, memberikan perhatian personal, serta menggunakan pendekatan yang lembut namun tegas ketika diperlukan. Pola pendampingan ini menunjukkan bahwa keberhasilan pembelajaran anak berkebutuhan khusus sangat bergantung pada kualitas interaksi antara guru dan siswa.

    Pendekatan guru yang penuh kesabaran juga mencerminkan pemahaman bahwa setiap anak memiliki batas dan kebutuhan yang berbeda. Dalam konteks ini, guru tidak memaksakan standar yang sama kepada seluruh siswa, melainkan berusaha memastikan setiap anak tetap terlibat sesuai dengan kemampuannya.

    Selain kegiatan belajar di kelas, SLB TNCC juga menyediakan layanan terapi pada sore hari, seperti terapi wicara, terapi okupasi, terapi perilaku, dan lain sebagainya. Layanan ini bertujuan untuk mendukung perkembangan komunikasi, motorik, serta regulasi emosi siswa. Kombinasi antara pembelajaran akademik dan terapi menunjukkan bahwa SLB TNCC menerapkan pendekatan pendidikan holistik yang mendukung perkembangan anak secara menyeluruh.

    Lingkungan belajar di SLB TNCC dapat dipandang sebagai ruang yang mendukung proses tumbuh anak berkebutuhan khusus secara menyeluruh. Kelas yang tidak terlalu padat, pengawasan intensif guru, serta adanya layanan terapi menjadi faktor pendukung terciptanya proses pembelajaran yang lebih manusiawi. Lingkungan seperti ini memberikan kesempatan bagi anak untuk belajar tanpa tekanan berlebihan, sekaligus memungkinkan guru menyesuaikan pendekatan secara lebih optimal.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    admin@kopelmanews.com
    • Website

    Related Posts

    Melihat Anak Berkebutuhan Khusus dari Perspektif Kemanusiaan

    01/16/2026

    Ketika Langit Tak Memilih Siapa yang Berhak Terbang

    01/14/2026

    Anak Berkebutuhan Khusus (ABK): Tantangan, Hak, dan Harapan dalam Pendidikan serta Kehidupan Sosial

    01/10/2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,179

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,727

    Belajar Tanpa Suara: Saatnya Bahasa Isyarat Masuk ke Kurikulum Nasional

    12/25/20252,043

    Kenapa Gen Z Gampang Overthinking?

    06/12/20251,209
    Don't Miss
    Nasional

    Wakil Ketua IMARSU Reyhan Marbun Hadiri Silatnas Nasional 2026 di Jakarta, Terima Beasiswa S2 dari Jusuf Kalla

    By admin@kopelmanews.com02/07/20269

    Aceh, Kopelmanews.com – Wakil Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Ar-Raniry Sumatera Utara (IMARSU), Reyhan Marbun, menghadiri…

    DMI Serahkan Beasiswa S2 Manajemen Masjid kepada Kader Terbaik PRIMA DMI

    02/05/2026

    IMPS Dorong Pelajar Siantar, Simalungun Lanjut Pendidikan Tinggi

    01/22/2026

    Mahasiswa KKN UNIMAL Kelompok 17 Bersihkan Lapangan Voli Desa Teupin Banja

    01/22/2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    • LinkedIn
    • TikTok
    • Threads

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    About Us
    About Us

    KOPELMANEWS
    Jl. Teuku Nek, Lamtheun, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: admin@kopelmanews.com
    Contact: +62 851 1720 2024

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Wakil Ketua IMARSU Reyhan Marbun Hadiri Silatnas Nasional 2026 di Jakarta, Terima Beasiswa S2 dari Jusuf Kalla

    02/07/2026

    DMI Serahkan Beasiswa S2 Manajemen Masjid kepada Kader Terbaik PRIMA DMI

    02/05/2026

    IMPS Dorong Pelajar Siantar, Simalungun Lanjut Pendidikan Tinggi

    01/22/2026
    Most Popular

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,179

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,727

    Belajar Tanpa Suara: Saatnya Bahasa Isyarat Masuk ke Kurikulum Nasional

    12/25/20252,043
    Stats
    © 2026 KN Team
    • Home
    • Buy Now

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.