Aceh, Kopelmanews.com – Suasana akhir pekan di Koboi Coffee Shop, Blang Oi, terasa berbeda dari biasanya. Belasan anak muda berkumpul dalam semangat kreatif untuk mengikuti kegiatan Launching Komunitas GenGrow yang dikemas sekaligus dengan Pelatihan Foto Produk bersama food photographer sekaligus praktisi kreatif, drh. Rizki Amelia atau akrab disapa Kak Rizki. Banda Aceh, (11/10/2025)
Acara yang berlangsung pada Sabtu (11/10) pukul 14.00 WIB ini dihadiri oleh generasi muda dari berbagai latar belakang — mulai dari mahasiswa hingga pegiat usaha lokal. Mereka datang dengan semangat untuk belajar, berbagi, dan bertumbuh bersama di bawah naungan komunitas baru yang mengusung tagline “Berakar dalam Makna, Bertumbuh dalam Karya.”Tentang Komunitas Gengrow
GenGrow (singkatan dari Generation Grow) merupakan komunitas yang berfokus pada pengembangan kreativitas dan kapasitas anak muda di Banda Aceh. Komunitas ini hadir sebagai wadah bagi generasi muda untuk menumbuhkan potensi diri melalui kegiatan positif yang akan dihadirkan kedepannya seperti pelatihan public speaking, graphic design, marketing, mental health awareness, volunteering, coding, hingga writing workshop.
Ketua komunitas GenGrow, Wafa Syahida, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal dari perjalanan panjang komunitas GenGrow. “Kami ingin menciptakan ruang positif bagi anak muda Aceh untuk berkembang bersama. Tidak hanya belajar, tapi juga saling support dan berkolaborasi,” ujarnya.

Belajar Foto Produk Langsung Dari Ahlinya
Sesi pelatihan foto produk menjadi highlight utama acara. Para peserta diajak memahami dasar-dasar food photography dan langsung praktik mengambil foto produk kopi dan makanan yang disediakan oleh Koboi Coffee Shop.
Dalam sesi tersebut, Kak Rizki menjelaskan pentingnya komposisi, pencahayaan, dan storytelling dalam foto produk.
“Foto yang bagus bukan hanya soal kamera, tapi juga soal rasa dan cerita yang ingin kamu sampaikan lewat gambar,” katanya sambil memberi arahan langsung kepada peserta.

Setelah materi disampaikan, peserta diajak untuk mempraktekkannya di sebuah sudut yang sudah disiapkan oleh Kak Rizki dan penyelenggara. Lengkap dengan segala macam properti yang dibutuhkan seperti background, reflektor, dan properti pemanis yang membuat foto dari produk semakin menggugah. Menggunakan pencahayaan alami dari matahari, peserta berhasil menangkap foto-foto yang menarik dan berkualitas meskipun hanya menggunakan smartphone.

Selain belajar, para peserta juga diajak mengikuti #GenGrowStoryChallenge, yaitu tantangan membuat foto produk terbaik yang diambil pada sesi praktek foto produk dan mengunggahnya ke Instagram Story dengan menandai akun @koboi_coffee_shop01 dan @gengrow.id. Lima peserta dengan hasil foto paling kreatif kemudian mendapatkan doorprize menarik dari penyelenggara.

Kolaborasi Dengan Koboi Coffee Shop
Acara ini turut didukung oleh Koboi Coffee Shop, salah satu kafe kreatif di Banda Aceh yang kerap menjadi ruang bagi komunitas anak muda untuk berkegiatan. Melalui kolaborasi ini, GenGrow ingin menegaskan bahwa kolaborasi lintas bidang — antara komunitas dan pelaku usaha lokal — bisa saling menguatkan.
Antusiasme Peserta
Salah satu peserta, Zulfa, mengaku senang bisa ikut dalam acara ini.
“Jujur, saya sangat menantikan acara GenGrow yang selanjutnya. Seru banget, bisa ketemu orang-orang baru, mendapatkan pengalaman baru, bisa nambah ilmu baru juga!” katanya dengan wajah antusias.

Peserta lainnnya, Nasywa, menjelaskan bagaimana ia sangat menikmati jalannya acara. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya memberikan ilmu, tapi juga pengalaman yang menyenangkan karena langsung praktik di tempat. “Acaranya seru banget! Soalnya nggak cuma teori, tapi langsung praktek cara fotonya dan dibimbing juga. Apalagi ada sesi makan-makan bareng di akhir,” ujar Nasywa sambil tersenyum.

Kesan positif dari para peserta menjadi bukti bahwa kegiatan ini bukan hanya ajang belajar, tetapi juga ruang kebersamaan yang membangun semangat komunitas GenGrow untuk terus bertumbuh.
Harapan Ke Depan Komunitas ini berencana mengadakan kegiatan rutin setiap bulan, termasuk kelas-kelas kreatif, volunteer project, dan community sharing session.
“Kami percaya, setiap anak muda punya potensi luar biasa. Kami hanya ingin jadi wadah agar potensi itu bisa tumbuh — dengan akar yang kuat, dan karya yang berdampak,” tutup Wafa.


