Close Menu
    What's Hot

    Wakil Ketua IMARSU Reyhan Marbun Hadiri Silatnas Nasional 2026 di Jakarta, Terima Beasiswa S2 dari Jusuf Kalla

    02/07/2026

    DMI Serahkan Beasiswa S2 Manajemen Masjid kepada Kader Terbaik PRIMA DMI

    02/05/2026

    DEMA FAH Sukses Menyelenggaraan PKFA ke-11: Zikir untuk Ketabahan, Ikhtiar untuk Keselamatan

    11/29/2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Senin, Februari 9
    Facebook X (Twitter) Instagram
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Demo
    • Home
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Redaksi
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Home ยป Karakteristik Siswa Berkebutuhan Khusus serta Peran Kesabaran Guru di SLB TNCC Banda Aceh
    Opini

    Karakteristik Siswa Berkebutuhan Khusus serta Peran Kesabaran Guru di SLB TNCC Banda Aceh

    admin@kopelmanews.comBy admin@kopelmanews.com12/26/2025Updated:12/26/2025Tidak ada komentar24 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Foto : Imelda Nurliana Sari, Mahasiswi Psikologi, Universitas Islam Negri Ar-Raniry Banda Aceh
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Aceh, Kopelmanews.com – Kunjungan ke SLB TNCC Banda Aceh menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana proses pembelajaran berlangsung di kelas anak berkebutuhan khusus. Dari hasil pengamatan, dalam satu kelas terdapat beberapa siswa dengan kondisi yang berbeda, seperti autisme, gangguan perkembangan menyeluruh (GDD), dan tunagrahita. Perbedaan inilah yang membuat suasana belajar di kelas menjadi sangat beragam dan terlihat bagaimana para guru (nany) memberikan pengajaran sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak. Banda Aceh (26/12/2025)

    Apa yang Dimaksud Anak Berkebutuhan Khusus?

    Heward (dalam Desiningrum, 2016) menyatakan bahwa anak berkebutuhan khusus adalah anak dengan karakteristik khusus yang berbeda dari anak-anak pada umumnya. Mereka mengalami keterbatasan atau juga keluarbiasaan dalam aspek fisik, intelektual, sosial, maupun emosional, yang berdampak pada proses pertumbuhan dan perkembangan jika dibandingkan dengan anak-anak lain seusianya. Perbedaan tersebut membuat proses pembelajaran tidak dapat disamakan dengan anak pada umumnya dan membutuhkan kesabaran serta perhatian lebih dari pendidik.

    Perbedaan Pola Makan Siswa

    Berdasarkan hasil observasi, pola makan siswa di kelas juga berbeda-beda sesuai dengan kondisi masing-masing anak. Saat waktu makan, terlihat bahwa anak dengan autisme tidak diperbolehkan mengonsumsi makanan secara sembarangan. Mereka tidak diberikan makanan dari program MBG, melainkan membawa bekal khusus dari rumah yang telah disiapkan oleh orang tua. Hal ini dilakukan karena anak autis memiliki pantangan makanan tertentu yang dapat memengaruhi perilaku dan kondisi mereka.

    Sementara itu, anak dengan kebutuhan khusus lainnya seperti GDD dan tunagrahita diperbolehkan mengonsumsi MBG seperti anak-anak pada umumnya. Perbedaan ini menunjukkan bahwa kebutuhan setiap anak benar-benar diperhatikan dan disesuaikan oleh guru (Nany) di sekolah tersebut.

    Perbedaan Karakteristik Setiap Anak

    Di dalam kelas yang diamati, terdapat lima anak dengan karakteristik yang berbeda-beda. Tiga di antaranya merupakan siswa dengan autisme, masing-masing menunjukkan ciri khas tersendiri. Anak autis pertama memiliki imajinasi yang sangat kuat, terutama terhadap hewan. Ketika melihat gambar hewan, anak tersebut dapat tenggelam dalam imajinasinya sendiri sehingga sulit fokus pada kegiatan lain di sekitarnya.

    Anak autis kedua memiliki kebiasaan mencubit tangan ketika merasa gemas atau geram. Namun perilaku tersebut tidak dilakukan secara berlebihan karena sebelumnya telah menjalani terapi, sehingga masih dapat dikontrol. Anak autis ketiga memiliki kebiasaan menepuk tangan ke atas sebagai bentuk reaksi terhadap sesuatu. Anak ini juga sulit mencoba makan buah dan keinginannya untuk makan sering kali bergantung pada suasana hati.

    Sementara itu, anak dengan GDD tidak dapat berbicara, tetapi tergolong cepat tanggap terhadap apa yang disampaikan oleh orang di sekitarnya. Meskipun cenderung pendiam, perilakunya cukup baik dan mampu memahami instruksi melalui respons nonverbal. Anak tunagrahita memiliki kemampuan berpikir yang lebih lambat dan mengalami kesulitan dalam memahami instruksi, sehingga guru perlu menyampaikan arahan secara sederhana, perlahan, dan berulang.

    Kegiatan Ecobrick sebagai Media Pembelajaran

    Selain kegiatan belajar di kelas, siswa di SLB TNCC Banda Aceh juga mengikuti kegiatan ecobrick. Kegiatan ini cukup disukai oleh siswa karena melibatkan aktivitas langsung. Melalui ecobrick, siswa diajak mengumpulkan dan memasukkan sampah plastik ke dalam botol sebagai bentuk pembelajaran kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan ini juga melatih fokus, kesabaran, serta kemampuan mengikuti instruksi secara bertahap. Guru mendampingi siswa dengan penuh kesabaran sesuai dengan kemampuan masing-masing anak.

    Pembiasaan Kemandirian dan Sikap Disiplin dalam Kegiatan Sehari-hari

    Siswa di SLB TNCC Banda Aceh dibiasakan untuk mandiri dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Guru melatih siswa untuk makan sendiri, merapikan barang, serta mengikuti rutinitas harian tanpa selalu bergantung pada bantuan orang lain. Pembiasaan ini dilakukan secara perlahan dan berulang agar siswa terbiasa dan merasa mampu.

    Selain kemandirian, sikap disiplin juga ditanamkan melalui rutinitas yang konsisten, seperti mengikuti jadwal belajar, waktu makan, ke kamar mandi, serta aturan kelas. Disiplin diterapkan dengan cara yang tegas namun tetap penuh pengertian, tanpa paksaan. Kesabaran guru menjadi faktor penting dalam membantu siswa memahami dan menjalankan aturan dengan baik.

    Dari keseluruhan kegiatan belajar mengajar, terlihat jelas bahwa guru (nany) memiliki peran yang sangat penting. Guru tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendamping yang menenangkan dan memahami karakter setiap siswa. Dengan kondisi siswa yang beragam, kesabaran dan ketelatenan guru menjadi kunci utama agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik.

    Pengamatan terhadap kegiatan di SLB TNCC Banda Aceh memberikan banyak pengalaman dan pelajaran berharga. Melihat langsung aktivitas anak-anak berkebutuhan khusus menunjukkan bahwa setiap anak memiliki cara belajar dan kebiasaan yang berbeda. Kesabaran para guru dalam menghadapi berbagai karakter, suasana hati, dan kebutuhan anak menjadi cerminan dedikasi yang tinggi.

    Kegiatan belajar di kelas, makan bersama, hingga ecobrick menunjukkan bahwa sekolah tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada pembentukan kemandirian dan kedisiplinan. Pendidikan anak berkebutuhan khusus membutuhkan kesabaran, keikhlasan, dan komitmen yang besar, dan pengalaman di SLB TNCC Banda Aceh menjadi gambaran nyata dari nilai-nilai tersebut.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    admin@kopelmanews.com
    • Website

    Related Posts

    Melihat Anak Berkebutuhan Khusus dari Perspektif Kemanusiaan

    01/16/2026

    Ketika Langit Tak Memilih Siapa yang Berhak Terbang

    01/14/2026

    Anak Berkebutuhan Khusus (ABK): Tantangan, Hak, dan Harapan dalam Pendidikan serta Kehidupan Sosial

    01/10/2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,179

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,727

    Belajar Tanpa Suara: Saatnya Bahasa Isyarat Masuk ke Kurikulum Nasional

    12/25/20252,043

    Kenapa Gen Z Gampang Overthinking?

    06/12/20251,209
    Don't Miss
    Nasional

    Wakil Ketua IMARSU Reyhan Marbun Hadiri Silatnas Nasional 2026 di Jakarta, Terima Beasiswa S2 dari Jusuf Kalla

    By admin@kopelmanews.com02/07/20269

    Aceh, Kopelmanews.com – Wakil Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Ar-Raniry Sumatera Utara (IMARSU), Reyhan Marbun, menghadiri…

    DMI Serahkan Beasiswa S2 Manajemen Masjid kepada Kader Terbaik PRIMA DMI

    02/05/2026

    IMPS Dorong Pelajar Siantar, Simalungun Lanjut Pendidikan Tinggi

    01/22/2026

    Mahasiswa KKN UNIMAL Kelompok 17 Bersihkan Lapangan Voli Desa Teupin Banja

    01/22/2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    • LinkedIn
    • TikTok
    • Threads

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    About Us
    About Us

    KOPELMANEWS
    Jl. Teuku Nek, Lamtheun, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: admin@kopelmanews.com
    Contact: +62 851 1720 2024

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Wakil Ketua IMARSU Reyhan Marbun Hadiri Silatnas Nasional 2026 di Jakarta, Terima Beasiswa S2 dari Jusuf Kalla

    02/07/2026

    DMI Serahkan Beasiswa S2 Manajemen Masjid kepada Kader Terbaik PRIMA DMI

    02/05/2026

    IMPS Dorong Pelajar Siantar, Simalungun Lanjut Pendidikan Tinggi

    01/22/2026
    Most Popular

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,179

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,727

    Belajar Tanpa Suara: Saatnya Bahasa Isyarat Masuk ke Kurikulum Nasional

    12/25/20252,043
    Stats
    © 2026 KN Team
    • Home
    • Buy Now

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.