Aceh, kopelmanews.com – Ikatan Mahasiswa Ar-Raniry Sumatera Utara (IMARSU) menyatakan situasi bantuan sosial bagi mahasiswa asal Sumut di Aceh. Ketua Umum IMARSU, Muhammad Alfajri Marpaung, hari ini secara keras menuntut Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk segera mengambil tindakan cepat dan konkret dalam menanggapi musibah banjir yang menimpa para pelajar perantau mereka di Aceh. Banda Aceh, (8/11/2025)
Mahasiswa Terlantar: Minim Bahan Pokok dan Pakaian Layak
Hasil peninjauan lapangan menunjukkan kondisi yang sangat mengkhawatirkan. Alfajri Marpaung melaporkan bahwa mahasiswa/i asal Sumut saat ini tengah menghadapi krisis logistik akut. Mereka sangat kekurangan bahan pangan mendasar dan pakaian layak yang vital untuk melanjutkan kegiatan perkuliahan dan bertahan hidup pasca-banjir.
“Ini bukan lagi soal bantuan biasa, ini adalah soal kedaruratan pangan dan sandang! Rekan-rekan kami di Lhokseumawe, Langsa, Takengon, dan Tamiang merasa terlantar dan terabaikan sepenuhnya oleh pemerintah daerah setempat maupun Pemprov Sumut, “kecam Alfajri Marpaung. “Kami adalah aset Sumut yang sedang menuntut ilmu. Kami menuntut Pemprov Sumut untuk tidak menutup mata terhadap penderitaan anak-anaknya sendiri!”
Desakan Keras: Pemprov Sumut Wajib Bertindak Lebih
IMARSU mendesak keras Pemprov Sumut untuk segera mengaktifkan mekanisme bantuan darurat dan mengirimkan tim serta logistik. Bantuan berupa makanan siap saji, bahan pokok, obat-obatan, dan pakaian layak harus segera didistribusikan.
Ajakan Bersama Seluruh Mahasiswa Sumut
IMARSU juga menyerukan kepada seluruh elemen mahasiswa Sumatera Utara di mana pun berada untuk menyatukan kekuatan dalam aksi solidaritas guna membantu rekan-rekan yang terdampak.
Muhammad Alfajri Marpaung menekankan bahwa keterlambatan respons Pemprov Sumut adalah kegagalan moral. Ia mendesak agar perhatian segera diberikan untuk memastikan keselamatan dan keberlangsungan studi mahasiswa Sumut yang berada di perantauan.

