Aceh, kopelmanews.com – Mahasiswi Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry Banda Aceh, saat ini sedang mengikuti program pertukaran pelajar di Universitas Utara Malaysia (UUM), dan melaporkan langsung dari Kedah, Malaysia.
Program kerja sama antara UIN Ar-Raniry dan Universitas Utara Malaysia yaitu pertukaran mahasiswa. Saat ini, saya bersama dua rekan lainnya merupakan angkatan keempat yang diberangkatkan dalam program pertukatan pelajar selama satu semester penuh.
Sebelum diberangkatkan, kami melalui proses seleksi yang mencakup seleksi berkas, tes TOEFL, dan wawancara yang diselenggarakan oleh Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry. Proses ini bertujuan untuk memastikan kesiapan kami sebagai mahasiswa internasional yang akan menempuh studi di Malaysia.
Setelah dinyatakan lulus seleksi, kami mengurus berbagai persyaratan administratif, seperti pengajuan e-Visa Approval Letter (e-VAL) melalui EMGS, serta registration mobility program dan persiapan lainnya. Seluruh proses ini dibimbing langsung oleh Bapak Harri Santoso selaku PIC Exchange Program.
Pada tanggal 4 Maret 2025, Dekan Fakultas Psikologi secara resmi melepas keberangkatan kami dengan memberikan arahan serta motivasi, agar kami dapat menjadi duta mahasiswa psikologi yang mampu menjaga moralitas serta berprestasi selama menjalani studi di Malaysia.
Kedatangan saya bersama kedua rekan dalam program pertukaran pelajar berlangsung pada tanggal 6 April 2025 lalu, di Bandara Internasional Malaysia. Setibanya kami di bandara, sambutan hangat langsung diberikan oleh pihak Universiti Utara Malaysia (UUM), khususnya oleh Prof. Dr. Mohd Azrin Bin Mohd Nasir selaku Dekan Bidang Kemahasiswaan di School of Applied Psychology, Social Work and Policy (SAPSP UUM).
Kami merasa sangat dihargai dan diperhatikan, karena Prof. Dr. Mohd Azrin sendiri yang hadir menjemput kami. Beliau menyambut kedatangan kami dengan penuh keramahan dan memberikan arahan serta pendampingan untuk proses awal adaptasi di lingkungan kampus. Tidak hanya sampai di situ, beliau juga turut mendampingi kami dalam proses registrasi dan pengurusan tempat tinggal mahasiswa atau Inapan Siswa (INASIS).
Sambutan dan pendampingan ini menjadi kesan awal yang sangat berarti bagi kami, karena menunjukkan betapa seriusnya pihak UUM dalam menyambut dan mendukung mahasiswa internasional yang mengikuti program pertukaran pelajar.
Perasaan takjub menyelimuti saya saat pertama kali menginjakkan kaki di lingkungan kampus Universiti Utara Malaysia (UUM). Udara di sekitarnya terasa sejuk dan segar, memberikan suasana yang nyaman dan menenangkan bagi siapa pun yang berada di sana. Selain itu, saya benar-benar terkesan dengan luasnya kawasan kampus ini. Terletak di Sintok, Kedah, kampus UUM membentang di atas lahan seluas 1.061 hektar, menjadikannya salah satu kampus terbesar di kawasan tersebut. Keindahan alam yang masih asri dipadukan dengan fasilitas pendidikan yang modern menciptakan lingkungan belajar yang ideal bagi para mahasiswa dari berbagai latar belakang.
Salah satu syarat utama untuk menjadi mahasiswa internasional di Universiti Utara Malaysia (UUM) adalah lulus tes kesehatan yang telah ditentukan oleh pihak universitas. Tes kesehatan ini mencakup serangkaian pemeriksaan medis, antara lain pemeriksaan fisik umum, tes urine, tes darah, rontgen (X-ray), serta tes buta warna. Setelah menjalani seluruh rangkaian pemeriksaan tersebut sesuai prosedur yang berlaku, saya bersama dua rekan dinyatakan dalam kondisi sehat dan layak untuk melanjutkan studi sebagai mahasiswa internasional di Malaysia.
Bersama Global Buddies Club (GBC), saya dan seluruh mahasiswa internasional difasilitasi untuk mengikuti kegiatan “UUM Campus Tour”. Dalam kegiatan ini, GBC membawa kami mengunjungi berbagai gedung perkuliahan, mulai dari DKG 1 hingga DKG 7, serta beberapa fasilitas penting lainnya seperti masjid, perpustakaan, dan fasilitas kampus lainnya. Sepanjang tur, GBC memberikan penjelasan secara informatif mengenai seluruh fasilitas yang tersedia di kampus, serta bagaimana kami dapat mengakses dan memanfaatkannya dengan nyaman selama menjalani studi di UUM.
Saya bersama dua orang rekan sedang menempuh lima mata kuliah pada semester ini. Dari lima mata kuliah tersebut, di antaranya merupakan kelas internasional yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Oleh karena itu, selama berlangsungnya kelas, kami diwajibkan untuk berkomunikasi, berdiskusi, dan menyampaikan presentasi dalam bahasa Inggris. Hal ini tidak hanya membantu kami memahami materi perkuliahan dari perspektif global, tetapi juga meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris kami, baik secara lisan maupun tulisan.
Selain mengikuti kelas, saya juga aktif berpartisipasi dalam program internasional yang diselenggarakan oleh organisasi UUM. Di luar kegiatan akademik, saya senang mengeksplorasi berbagai fasilitas kampus, seperti sport center (sukan), perpustakaan untuk mengerjakan tugas, serta cafetaria di berbagai Inasis. Aktivitas-aktivitas ini sering saya lakukan bersama teman-teman internasional saya yang berasal dari berbagai negara, seperti Uzbekistan, Palestina, Nigeria, Surabaya, Bandung, Malang dan lainnya.
Saya meyakini bahwa kesempatan menjadi mahasiswa internasional dalam program pertukaran ini merupakan langkah awal menuju kesuksesan. Melalui program ini, saya memperoleh pengalaman berharga yang tidak bisa saya temukan di tempat lain, mulai dari wawasan akademik bertaraf internasional, jejaring relasi lintas negara, hingga pemahaman budaya global yang mendalam. Dengan segala pengetahuan dan pengalaman yang saya peroleh, saya berharap dapat mengimplementasikannya tidak hanya untuk pengembangan diri saya, tetapi juga untuk memberikan kontribusi nyata bagi kampus asal saya, yaitu UIN Ar- Raniry Banda Aceh.
Dengan penuh rasa syukur, saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Zakiah, S.Kom., M.T. dan Bapak M. Basyir, S.ST., M.T selaku kedua orang tua saya yang luar biasa. Tanpa dukungan, doa, dan pengorbanan mereka, terutama dalam hal finansial sejak awal hingga akhir program pertukaran ini, saya tidak akan dapat menjalani pengalaman berharga ini dengan penuh kenyamanan dan ketenangan. Segala jerih payah dan kasih sayang yang telah mereka curahkan menjadi kekuatan terbesar saya untuk terus melangkah dan meraih mimpi. Semoga Allah membalas setiap kebaikan mereka dengan keberkahan yang tiada henti.

