Aceh, Kopelmanews.com – Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (DEMA FTK) sukses menggelar kegiatan upgrading dan rapat kerja kepengurusan yang berlangsung di CK Kupi Ruangan VIP. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Ketua Umum DEMA FTK dan diikuti oleh seluruh jajaran kepengurusan. Banda Aceh (17/05/2026)
Pada sesi upgrading, DEMA FTK menghadirkan Khairul Azmy, M. TESOL sebagai pemateri kedua dengan tema keorganisasian. Beliau dikenal aktif dalam bidang pendidikan bahasa Inggris, TESOL, dan pengembangan akademik serta memiliki pengalaman dalam berbagai forum nasional maupun internasional.
Berdasarkan riwayat pengalaman dan pelatihan yang dimiliki, Khairul Azmy pernah menjadi peserta OPEN English Course dan Climate Action Exchange Program yang diselenggarakan oleh RELO U.S. Embassy pada tahun 2024. Selain itu, beliau juga aktif sebagai tutor IELTS Coaching Clinic Program oleh Mata Garuda Aceh, moderator berbagai seminar dan workshop pendidikan, hingga pembicara pada International Graduate Research Symposium di Hanoi, Vietnam.
Dalam bidang pelatihan, beliau juga pernah mengikuti Training of Trainer ESSET Program dan ELTT Program dari RELO U.S. Embassy, Training IELTS Trainer di BPSDM Aceh, serta program pengembangan akademik di Monash University, Australia. Pengalaman tersebut menjadi dasar kuat dalam menyampaikan pentingnya organisasi sebagai sarana pengembangan kapasitas diri mahasiswa.
Dalam pemaparannya, Khairul Azmy menyampaikan bahwa dalam berorganisasi seorang pemimpin harus mampu menjaga etika kepemimpinan. Menurutnya, apabila terdapat anggota yang melakukan kesalahan fatal, maka seorang ketua sebaiknya menegur secara personal dan tidak mempermalukan anggota di depan umum agar hubungan kekeluargaan dan rasa saling menghargai tetap terjaga.
Beliau juga menjelaskan bahwa pengalaman organisasi memiliki pengaruh besar dalam dunia kerja, terutama dalam membangun relasi, melatih kerja sama tim (teamwork), kemampuan komunikasi, serta kemampuan menyelesaikan masalah (problem solving). Organisasi, menurutnya, menjadi tempat belajar yang tidak selalu didapatkan di ruang kelas.
Selain itu, beliau menambahkan bahwa organisasi dalam dunia pendidikan dapat menjadi batu loncatan untuk memperoleh berbagai peluang beasiswa, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Pengalaman aktif dalam organisasi dinilai mampu meningkatkan kemampuan kepemimpinan, manajemen, dan kepercayaan diri mahasiswa.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab bersama peserta upgrading. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan terkait kepemimpinan, pengalaman organisasi, hingga pengembangan diri mahasiswa di era saat ini.
Melalui kegiatan upgrading dan rapat kerja ini, DEMA FTK berharap seluruh kepengurusan mampu membangun organisasi yang lebih progresif, solid, dan responsif terhadap persoalan pendidikan serta kemahasiswaan di Aceh maupun Indonesia.

