Aceh, Kopelmanews.com – Sejumlah mahasiswa program studi psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-raniry Banda Aceh melaksanakan kegiatan kunjungan edukatif ke sekolah luar biasa (SLB-B) Yayasan pembinaan anak cacat (YPAC) Banda Aceh. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran lapangan yang dirancang untuk menambah pemahaman mahasiswa mengenai dunia pendidikan anak berkebutuhan khusus secara langsung. Banda Aceh (25/12/2025)
Kunjungan ini bertujuan untuk membuka wawasan mahasiswa tentang realitas pembelajaran di sekolah luar biasa, khususnya bagi peserta didik dengan hambatan pendengaran. Melalui kegiatan tersebut mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori psikologi pendidikan dan perekembangan, tetapi juga mampu melihat penerapannya dalam situasi nyata.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari pihak sekolah yang menjelaskan profil SLB-B YPAC Banda Aceh, termasuk sejarah berdirinya sekolah, metode pembelajaran yang digunakan serta tantangan yang di hadapi dalam proses pendidikan anak berkebutuhan khusus. Pihak sekolah menenkankan bahwa pendidikan bagi anak difabel meemrlukan kesabaran, kreativitas, serta kerja sama antar guru, Orang tua, dan lingkungan sekitar.

Selama kunjungan berlangsung mahasiswa melakukan observasi langsung terhadap proses belajar mengajar di dalam kelas. Mereka menyaksikan bagaimana guru menyampaikan materi pembelajaran dengan memanfaatkan bahasa isyarat, media visual, serta pendekatan individual yang di sesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa. Hal ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk memahami bahwa setiap anak memiliki kebutuhan belajar yang berbeda.
Tidak hanya melakukan observasi, mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan para siswa. Melalui kegiatan sederhana seperti bermain edukatif, komunikasi nonverbal, dan pendamping ringan, mahasiswa belajar membangun empati serta memahami kondisi emosional dan sosial anak-anak di SLB-B YPAC. Interkasi ini menjadi momen penting untuk menumbuhkan kepekaan sosial dan sikap inklusif dalam diri mahasiswa.
Dosen pendamping menyampaikan bahwa kunjungan edukatif ini merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran mahasiswa psikologi. Dengan terjun langsung ke lapangan, mahasiswa diharapkan mampu mengaitkan konsep-konsep psikologi perkembangan, psikologi pendidikan, dan psikologi anak berkebutuhan khusus dengan realitas yang ada di masyarakat.
Kegiatan kunjungan diakhiri dengan sesi diskusi dan refleksi bersama antara mahasiswa, dosen, dan pihak sekolah. Dalam sesi ini, mahasiswa menyampaikan kesan serta pembelajaran yang mereka peroleh selama kegiatan berlangsung. Banyak mahasiswa mengaku bahwa kunjungan tersebut memberikan pengalaman baru dan meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
Kunjungan ke SLB-B YPAC Banda Aceh menjadi pengalaman yang benar-benar menggugah perasaan saya. Di tempat itu, saya melihat anak-anak yang mungkin memiliki keterbatasan secara fisik, tetapi memiliki semangat hidup dan ketulusan yang begitu kuat. Senyum mereka, cara mereka berusaha memahami pelajaran, serta kesabaran para guru dalam mendampingi, membuat saya tersadar bahwa selama ini saya sering mengeluh atas hal-hal kecil, sementara mereka justru terus berjuang dalam kondisi yang jauh lebih sulit.
Pengalaman ini memberi makna menjadi manusia dan arti pendidikan yang sesungguhnya. Pendidikan bukan sekadar ruang kelas dan nilai, melainkan tentang menghadirkan harapan, rasa aman, dan penghargaan terhadap setiap individu. Kunjungan ini meninggalkan jejak yang dalam di hati, mengajarkan untuk lebih bersyukur, lebih peduli, dan kelak menggunakan ilmu yang di miliki bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk mereka yang membutuhkan uluran empati dan perhatian.

