Aceh, kopelmanews.com – Bencana yang melanda wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) kembali memunculkan persoalan serius. Terganggunya akses transportasi serta terhambatnya jalur distribusi membuat pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah daerah nyaris lumpuh. Kelangkaan yang terjadi tidak hanya menimbulkan keresahan, tetapi juga memicu lonjakan harga yang semakin membebani masyarakat. (29/11/2025)
Melihat kondisi yang semakin parah, Ikatan Pemuda Mahasiswa Islam Padang Lawas Utara (IPMI PALUTA) menyampaikan ultimatum keras kepada pemerintah. Mereka menilai pemerintah bergerak terlalu lambat dan tidak menunjukkan respons yang sebanding dengan tingkat kedaruratan yang dihadapi masyarakat. IPMI PALUTA menegaskan bahwa kelalaian dalam mitigasi telah menyeret masyarakat pada situasi krisis bahan bakar yang mengancam stabilitas sosial dan ekonomi daerah.
IPMI PALUTA mendesak pemerintah untuk segera menurunkan langkah taktis dan terukur dalam pemulihan akses, percepatan penanganan darurat, serta menjamin distribusi BBM kembali normal. Mereka menilai pemerintah tidak boleh lagi bersembunyi di balik alasan teknis, sebab rakyat menunggu tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan di atas kertas.
Ketua Umum IPMI PALUTA, Salman Hatorkisan, menyampaikan pernyataan tegas:
“Kami melihat pemerintah tidak bergerak cepat, padahal masyarakat berada dalam situasi darurat. Kelangkaan BBM ini adalah bukti nyata betapa lambannya mitigasi yang dilakukan. IPMI PALUTA mendesak pemerintah untuk bertindak konkret, mempercepat pembukaan akses, dan memastikan distribusi BBM kembali normal. Jika tidak ada langkah serius dalam waktu dekat, kami siap turun ke lapangan menyuarakan kepentingan rakyat.”
Lebih lanjut, IPMI PALUTA menegaskan bahwa mereka akan mengawal secara terbuka setiap kebijakan pemerintah dalam penanganan bencana ini. Mereka menilai bahwa rakyat Tabagsel tidak boleh menjadi korban dari kelalaian birokrasi yang lamban dan tidak terkoordinasi. Menurut mereka, penanganan yang terstruktur dan cepat merupakan kewajiban, bukan pilihan.
IPMI PALUTA juga menyatakan kesiapannya untuk menggalang konsolidasi besar bersama mahasiswa, pemuda, dan elemen masyarakat lainnya. Mereka menilai bahwa jika pemerintah tetap abai dan gagal mengembalikan stabilitas distribusi BBM, maka tekanan massa akan menjadi pilihan terakhir untuk memastikan suara rakyat tidak diabaikan.

