Aceh, kopelmanews.com – Bus Trans Koetaradja sebuah layanan transportasi umum yang kini semakin dikenal oleh warga ataupun mahasiswa Banda Aceh dan Aceh Besar. Trans Koetaradja ini lebih memudahkan Masyarakat atau pun mahasiswa yang tidak mempunyai kendaraan pribadi. Dengan tarif yang terjangkau dan rute yang cukup luas, banyak warga maupun mahasiswa jadi merasa terbantu karena bepergian setiap hari. Banda Aceh, (19/11/2025)
Trans Koetaradja juga memiliki 59 unit bus yang melayani sekitar 10 hingga 12 rute atau koridor utama. Rute-rute ini dirancang untuk menghubungkan sentra-sentra keramaian, mulai diwilayah Darussalam yang paling banyak mahasiswa hingga sampai ketengah kota.
Trans Koetaradja, yang diluncurkan sebagai bagian dari Upaya modernisasi transportasi kota, kini beroperasi dengan frekuensi yang lebih konsisten. Jadwal bus yang sebelumnya menngalami gangguan oleh factor cuaca atau lalu lintas kini telah dioptimalkan melalui integrasi aplikasi pelacak real-time dan koordinasi dengan pihak kepolisian. Hal ini mencapai 95%, menurut laporan internal Dinas Perhubungan, naik signifikan dari 80% pada tahun sebelumnya. Tidak hanya mengurangi waktu tunggu penumpang, tapi juga berkontribusi mengurangi kemacetan di jalan jalan.
Dalam konteks Pelayanan Publik, Trans Koetaradja ini bukan hanya sarana transportasi, tapi juga alat untuk mengatasi kemacetan dan polusi udara dipusat kota. Dengan armada bus yang ramah lingkungan, dan memiliki banyak rute, layanan ini mendukung tujuan Pembangunan berkelanjutan. Pemerintah daerah melalui dinas perhubungan telah mengalokasikan anggaran tambahan untuk infrastruktur, seperti halte yang nyaman, informasi jadwal yang jelas, dan kebersihan armada membuat Trans Koetaradja semakin diminati.
Sejumlah warga juga mengapresiasi kenyamanan dalam bus yang dilengkapi dengan AC, kursi yang bersih, serta kursi khusus untuk yang prioritas seperti ibu hamil dan orang tua. Mereka menilai layanan ini adalah contoh nyata pelayanan public yang langsung dirasakan manfaatnya oleh Masyarakat.
Secara opini, perkembangan ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam membangun system transportasi yang berkelanjutan. Dengan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, Trans Koetaradja berkontribusi pada pengurangan kemacetan di jalan raya. Namun, tantangan seperti perluasan infrastruktur halte masih perlu diperhatikan. Jika ini berlanjut dengan baik, Trans Koetaradja berpotensi menjadi model pelayanan publik yang sukses di Aceh, mendorong integrasi transportasi antarmoda untuk kemajuan kota.

