Aceh, kopelmanews.com -Teater Rongsokan, unit kegiatan mahasiswa yang berfokus pada seni peran dari UIN Ar-Raniry Banda Aceh, sukses menampilkan monolog di ajang nasional. Kelompok teater ini baru saja tampil di Festival Kala Monolog 2025 di Makassar, sebuah acara teater bergengsi yang mempertemukan pelaku seni pertunjukan dari berbagai penjuru Indonesia. Senin, (27/10/2025)
Dalam kesempatan tersebut, Teater Rongsokan menampilkan karya berjudul “Makan Siang dengan Tenang”, naskah ciptaan Nurul Inayah yang dimainkan oleh Ismatul Rahmi. Pertunjukan ini mengisahkan kehidupan buruh perempuan yang berjuang di tengah tekanan sosial dan realitas hidup yang keras. Mengusung gaya realisme, monolog ini menghadirkan suasana keseharian yang dekat dengan publik, sebuah momen makan siang yang sederhana, dan renungan terhadap hidup.
“Lewat monolog ini, kami ingin mengingatkan bahwa hal-hal kecil yang sering kita abaikan justru menyimpan makna yang dalam. Makan siang, misalnya, bisa menjadi ruang untuk merenung dan merasakan kembali arti dari bekerja dan bertahan, atau sekarang sering di sebut dengan kata me time” ungkap Ismatul Rahmi setelah pementasan yang berlangsung di Aula Benteng Rotterdam, Makassar, pada 26 Oktober 2025. Ia menuturkan bahwa pengalaman tampil di festival ini membuka kesempatan luas untuk berjejaring dan belajar dari banyak pelaku seni teater di seluruh Indonesia.
Festival Kala Monolog 2025, yang berlangsung pada 23–26 Oktober 2025, diikuti oleh berbagai kelompok teater indonesia. Penampilan Teater Rongsokan mendapat sambutan positif dari penonton karena mampu menghadirkan narasi yang menyentuh dan dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.
Salah satu penonton, Ismaya Priska Kumala, salah satu penggiat teater di kota Malang, mengungkapkan kesan mendalam terhadap penampilan Teater Rongsokan. “Pertunjukan mereka sederhana tapi jujur. Cara penyampaian Ismatul begitu kuat, membuat saya ikut merasakan lelah dan harapan tokohnya. Saya harap Teater Rongsokan terus tampil di panggung-panggung nasional karena karya seperti ini perlu lebih banyak didengar,” ujarnya.
Dengan membawa semangat, Teater Rongsokan menutup penampilannya dengan rasa syukur dan kebanggaan. Mereka berharap pengalaman ini menjadi batu loncatan untuk terus berkarya, memperkuat kolaborasi lintas daerah, serta menegaskan eksistensi seniman muda Aceh di tingkat nasional.
Ketua Umum Teater Rongsokan, Weldy Arif, juga menyampaikan banyak apresiasi kepada UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah 1 Aceh, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan. “Perjalanan ini menjadi bukti bahwa dengan semangat dan kebersamaan, karya dari sudut mana pun bisa sampai ke panggung nasional,” ujarnya menutup dengan optimisme.

