Close Menu
    What's Hot

    Mujiburrahman Kembali Dilantik sebagai Rektor UIN Ar-Raniry Periode Kedua 2026–2030

    08/06/2026

    Gubernur BI Perry Warjiyo Mengundurkan Diri, Pasar Soroti Dampaknya

    07/27/2026

    3 Brigjen Pol Dapat Penugasan Baru ke Itwasum Polri pada Mutasi Juni 2026

    07/24/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kamis, Agustus 13
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    • Home
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Redaksi
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Home » Self-Healing atau Self-Delaying? Ketika Mahasiswa Terlalu Sibuk Menenangkan Diri
    Opini

    Self-Healing atau Self-Delaying? Ketika Mahasiswa Terlalu Sibuk Menenangkan Diri

    admin@kopelmanews.comBy admin@kopelmanews.com05/19/2025Tidak ada komentar44 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Penulis : Nasywa Ghina, Mahasiswi Program Studi Psikologi, Universitas Islam Negeri Ar Raniry Banda Aceh
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Aceh, kopelmanews.com – Di era media sosial yang dipenuhi konten “healing dulu biar waras”, tidak sedikit mahasiswa yang menjadikan aktivitas healing sebagai bagian dari gaya hidup. Pergi ke pantai, staycation, quality time bareng teman, hingga sekadar ngopi sambil dengar lagu sering disebut sebagai bentuk self-healing. Tapi, apakah benar semua itu murni untuk memulihkan diri atau sebenarnya hanya cara menunda kenyataan?

    Fenomena ini menarik untuk dibedah dari sudut pandang psikologi. Dalam teori coping mechanism, ada dua jenis cara manusia menghadapi stres: problem-focused coping (berusaha menyelesaikan masalahnya langsung), dan emotion-focused coping (berusaha menenangkan diri dari emosi negatif). Nah, healing sering masuk ke kategori kedua. Karena manusia memang butuh jeda untuk menenangkan diri. Tapi masalah muncul ketika jeda itu berubah menjadi pelarian tanpa arah.

    Sebagian mahasiswa hari ini menjadikan healing sebagai rutinitas tanpa pemulihan. Tugas menumpuk, hubungan personal berantakan, finansial kacau tapi semua itu dihindari dengan alasan “aku lagi butuh waktu untuk diri sendiri”. Padahal, semakin lama ditunda, semakin berat beban yang harus dihadapi nanti. Inilah yang disebut sebagai self-delaying: ketika healing bukan lagi proses penyembuhan, tapi justru menunda proses dewasa.

    Ada juga tekanan sosial yang tidak terlihat. Ketika time line dipenuhi orang-orang yang healing ke tempat estetik, mahasiswa lain jadi merasa “kurang” kalau tidak ikut-ikutan. Padahal, setiap orang punya cara pulih yang berbeda. Healing seharusnya tidak harus mahal, tidak harus viral, dan yang pasti: tidak harus jadi alasan untuk lari dari kenyataan. Fenomena ini makin rumit karena standar “healing yang ideal” seolah-olah ditentukan oleh media sosial. Seakan-akan, healing itu baru sah kalau dilakukan di tempat estetik, pakai outfit kece, dan diunggah di sosial media. Tanpa disadari, ini menambah tekanan psikologis bagi mahasiswa yang merasa belum mampu “healing” dengan cara seperti itu. Padahal, inti dari self-healing bukan terletak pada tampilannya, tapi pada dampaknya: apakah setelahnya kita merasa lebih tenang, lebih jernih, dan lebih siap menjalani hari-hari?

    Karena pada akhirnya, self-healing yang sehat adalah yang membantu kita kembali kuat menghadapi hidup, bukan sekadar kabur sebentar terus balik lagi dengan masalah yang sama. Maka, sebelum bilang “aku butuh healing”, coba tanya dulu ke diri sendiri: aku sedang menyembuhkan… atau sedang menunda.

    Healing Mahasiswa Psikologi UIN Ar-Raniry Psikologi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    admin@kopelmanews.com
    • Website

    Related Posts

    Takut Ketinggalan Membuat Kita Kehilangan Diri Sendiri

    07/17/2026

    Ketika Sumang Mulai Ditinggalkan: Krisis Moral di Tanah Gayo

    07/06/2026

    Filsafat Kebudayaan: Menjaga Identitas dan Kearifan Lokal di Tengah Arus Modernisasi

    07/06/2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    Top Posts

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202621,004

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,767

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,214

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,801
    Don't Miss
    Pendidikan

    Guru Tidak Hanya menjadi Agen Pembelajaran, tetapi juga Agen Peradaban

    By admin@kopelmanews.com08/12/20266

    Aceh, Kopelmanews.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa guru memiliki…

    Mujiburrahman Kembali Dilantik sebagai Rektor UIN Ar-Raniry Periode Kedua 2026–2030

    08/06/2026

    Permainan Mencari Mata Hewan, Melatih Atensi Visual

    08/03/2026

    Silaturahmi Remaja Masjid se-Kecamatan Gunung Malela Perkuat Ukhuwah dan Sinergi Generasi Muda

    08/02/2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    • LinkedIn
    • TikTok
    • Threads

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    About Us
    About Us

    KOPELMANEWS
    Jl. Teuku Nek, Lamtheun, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: admin@kopelmanews.com
    Contact: +62 851 1720 2024

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Guru Tidak Hanya menjadi Agen Pembelajaran, tetapi juga Agen Peradaban

    08/12/2026

    Mujiburrahman Kembali Dilantik sebagai Rektor UIN Ar-Raniry Periode Kedua 2026–2030

    08/06/2026

    Permainan Mencari Mata Hewan, Melatih Atensi Visual

    08/03/2026
    Most Popular

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202621,004

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,767

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,214
    Stats
    © 2026 KN Team
    • Home
    • Buy Now

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.